Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Aliran Sesat Padange Ati Dicurigai MUI Blitar


Lagi… berita penganut aliran (sekte) sesat… MUI Kabupaten Blitar mencurigai adanya sekelompok warga yang diduga penganut aliran (sekte) sesat, di Dusun Mbiluk, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Pasalnya berdasarkan data yang dihimpun MUI setempat, sekte mengatasnamakan Padange Ati (PA) ini diduga sudah berani meninggalkan syariat agama yang diakui pemerintah khususnya agama Islam.

Dugaan penyimpangan agama ini terlihat adanya dugaan salah seorang anggota jamaah PA yang sebelumnya mengaku Islam, berani mengabaikan salat. Bahkan menilai dogma salat 5 waktu sebagai tata cara pemeluk agama yang masih dangkal keilmuanya.

Selain itu adanya pandangan soal rukun haji dalam agama Islam, menurut pengaut PA tidak perlu ditunaikan ke tanah suci Makkah. Haji di Makkah dinilai sebagai kegiatan pemborosan.

Menurut keterangan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Blitar Achmad Su’udy, PA yang dilakukan rutin di rumah seorang warga bernama Jono, (48) memiliki benang merah dengan Aliran Masuk Surga (AMS) pimpinan Suliyani asal Desa Jajar, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Bahkan Achmad Su’udy terang-terangan sekte PA yang muncul sekitar 2007 atau 2008 silam ini sebagai pengembangan dari AMS. Sebab, selain mengecilkan arti syariat Islam seperti aliran AMS, sejumlah Imam PA merupakan murid-murid Suliyani.

“Hasil penyelidikan sementara aliran yang beranggotakan sekitar 25 orang ini telah menyimpang dari aqidah agama Islam. Dan ajaran yang disampaikan sama persis dengan Aliran Masuk Surga pimpinan Pak Suliyani,” terang Su’udy kepada wartawan, Minggu (8/11/2009).

Seperti halnya AMS, ritual yang dilakukan para pemeluk PA mirip dengan pengikut tarikat atau tasawuf dalam agama Islam. Mereka duduk bersemedi dengan menyebut nama Tuhan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Misalnya seorang muslim menyebut Allah. Sedangkan nasrani menyebut Tuhan Yesus atau yang Hindu atau Budha tetapa memakai istilah Sang Hyang Widi.

Sementara secara terpisah Kapolsek Srengat AKP Hari M mengaku telah mendapat laporan tentang aliran PA di Desa Ngaglik. Saat ini pihaknya telah memeriksa 3 orang yang ditengarai sebagai pemeluk sekte PA. Meski begitu polisi tidak bisa melakukan tindakan tegas apapun sebelum mendapatkan kejelasan, baik saksi dan bukti.

“Tiga orang anggota PA yang kita panggil itu sampai sekarang belum datang. Kita rencananya akan melakukan pemanggilan kedua,”tuturnya singkat.

Di sisi lain salah satu penganut aliran PA Jono (48) warga Dusun Mbiluk, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat ditemui dirumahnya membenarkan jika dirinya merupakan pengikut aliran PA. Ia juga mengakui pernah menimba ilmu di tempat Suliyani selaku pimpinan aliran AMS. Namun dia menolak dikatakan meninggalkan syariat Islam sebagaimana status agama dalam kolom KTP-nya.

“Tidak benar itu. Saya juga salat seperti umat Islam. PA ini sifatnya individu untuk mencari ketentraman hati saja. Ritualnya dengan cara bersemedi manunggaling kawulo lan gusti, seperti agama yang diyakini masing-masing anggota,” tuturnya.

Menurut Jono, PA yang diyakininya itu hanya berkembang sebatas keluarga. Sebab selain memperoleh pengetahuan dari Suliyani, PA ini merupakan penyempurnaan ilmu kesejatian yang diperoleh dari Yahmin, almarhum ayahnya. “Ini hanya cara mencari ketentraman hati. Itu saja,” pungkasnya. (detiksurabaya)

Selasa, 13 Oktober 2009

Jessica Iskandar Nazar Nikahi Tukang Ketoprak


Jessica Iskandar mengaku bila filmnya meraih sukses dan penontonnya mencapai 2 juta orang, artis cantik ini akan bernazar untuk keramas menggunakan saus cabai. Ternyata, Jessica juga memiliki nazar lain.

 
Tetapi, nazar yang satu ini bukan terjadi dalam kehidupan nyata Jessica Iskandar. Nazar untuk menikahi tukang ketoprak itu hanya terjadi dalam film terbaru Jessica yang berjudul 'Nazar'. Dalam film tersebut, diceritakan Jessica membeli sebuah minuman botol yang ditutupnya itu terdapat undian.

 
Hadiahnya bermacam-macam, salah satunya adalah mobil. Jessica langsung bernazar bila dirinya mendapatkan mobil, maka dia akan menikahi orang yang dianggapnya tidak penting. dan kebetulan orang yang dianggapnya tidak penting itu adalah tukang ketoprak.

 
Ternyata, Jessica yang berperan sebagai Cindy dalam film tersebut mendapatkan mobil. Maka dia harus memenuhi janjinya. Tetapi, dia tak mau memenuhi janjinya tersebut. Alhasil, Cindy selalu ketiban sial.

 
'Ceritanya seru banget. Pokoknya di film ini aku selalu sial deh," kata Jessica saat ditemui di FX Plaza, Jakarta SElatan, Selasa 13 Oktober 2009.

 
Jessica sangat antusias dengan filmnya tersebut. Selain Jessica film ini didukung oleh Ben Joshua dan Itonk 'ClubEighties' yang berperan sebagai tukang ketoprak. Jessica berharap film yang dibintanginya tersebut sukses dipasaran.

 
• VIVAnews

 
Share

Terkait

Jumat, 09 Oktober 2009

16 Tim SMU Se Jatim Adu Robot 'Sumo'


Surabaya - 16 Tim SMU se-Jawa Timur akan saling beradu 'sumo'. Para siswa ini tidak akan saling beradu fisik layaknya olahraga dari negeri matahari. Tetapi mereka akan berlomba menggunakan robot.

Robot ciptaan siswa akan saling adu dorong layaknya olahraga sumo didalam lomba robot sumo yang diadakan Sekolah Tinggi Manajeman Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) High School Competition (SHISCO).

Peserta yang kebanyakan berasal dari SMKN ini, terlihat sangat antusias mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai plus beasiswa dengan total Rp 17 juta dan tropi.

Dari pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (10/10/2009) banyak sekali bentuk robot yang dibuat peserta. Ada yang sengaja membuat bentuk robot berukuran besar ditambah dengan bobot. Peserta berharap tidak bisa digeser oleh musuhnya seperti robot sumo milik SMUN 20 Surabaya.

Lain halnya dengan robot sumo milik SMKN 1 Sidoarjo yang ukurannya lebih kecil, namun bemper depannya mempunyai sudut kemiringan 45 derajat.

Alhasil pertandingan berjalan alot, pasalnya dua robot masing memiliki sensor. Sayangnya robot milik SMUN 20 Surabaya kalah akibat robot miliknya tidak mampu menggulinggkan robot milik SMUN 1 Sidoarjo yang sensornya rusak sehingga jalannya miring dan membuat musuhnya hanya berjalan lurus akhir jatuh dan dinyatakan kalah.

Sementara itu, lomba robot sumo ini menggunakan robot logika digital yang mampu dibuat sendiri oleh siswa SMU.

"Untuk sumo diikuti 16 tim dan setiap ronde peserta diberi waktu 3 menit serta akan dilakukan menggunakan sistem gugur," kata salah satu panitia lomba robot, Wima kepada detiksurabaya.com di arena prestasi lantai 9 STIKOM Surabaya, Jalan Kedung Baruk.

Selain menggelar lomba robot sumo, panitia SHISCO juga menggelar lomba robot line tracer, design blog, packaging, wearing, pemprograman serta english rally.

Dalam rangkain lomba SHISCO yang sudah berjalan 2 hari ini, panitia dalam puncak acaranya akan digelar hari ini akan mengumumkan hasil lomba dengan dihibur aksipanggung musik dan pesta es krim.

Detik.com

Bentrok dengan Satpam, 2 Alumni Atmajaya Luka


VIVAnews - Dua alumni Fakultas Hukum Universitas Atmajaya bentrok dengan petugas keamanan kampus pada Jumat malam, 9 Oktober 2009. Mereka mengalami luka tusuk di bagian perut.

Dua alumni itu adalah James, 33, dan Sam, 33. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta, yang hanya berjarak beberapa meter dari kampus tersebut.

Ditemui di RS Jakarta, Agung, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum mengatakan, peristiwa dilatarbelakangi larangan merokok di kampus itu. "Awalnya hanya adu mulut, tapi lalu bentrok fisik," ujarnya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00. Kala itu, korban dan sejumlah rekannya sedang berbincang sambil merokok di dalam kampus. Mereka kemudian didatangi petugas keamanan yang memeringatkan larangan merokok di area kampus.

Sekitar pukul 21.30, mereka lantas memutuskan keluar kampus dan melanjutkan obrolan di beranda luar kampus. "Mungkin suara kami terlalu keras, tiga orang satpam lalu datang dan sempat terjadi adu mulut," ujarnya.

Suasana bertambah panas kala para satpam memanggil sejumlah rekannya yang tak mengenakan pakaian dinas. "Akhirnya bentrok, dua alumni hukum tertusuk. Ada juga anak ilmu administrasi yang mengambil gambar pakai handphone terkena pukul di bagian kepalanya," kata Agung.

Kepala Kepolisian Sektor Setiabudi, Komisaris Adjie Indra, membenarkan peristiwa tersebut. "Bentrokan internal antara alumni dengan petugas keamanan," katanya, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Namun, Adji mengatakan, peristiwa bukan dilatarbelakangi larangan merokok melainkan pesta miras di kawasan kampus. "Ada kebijakan di Atmajaya untuk aturan bebas narkoba. Malam itu, sekitar pukul 22.00, ada kegiatan pesta miras. Petugas keamanan datang untuk membubarkan," ujarnya.

Hingga kini kepolisian belum melakukan penahanan terhadap petugas keamanan yang terlibat bentrokan tersebut. "Kita juga belum memintai keterangan alumni Atmajaya yang menjadi korban. Baru kita visum," ujarnya.

• VIVAnews

Cinta Tak Direstui, Partini Akan Terjun ke Kali


KEDIRI, KOMPAS.com — Partini (31), warga Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jumat (9/10), nekat hendak bunuh diri karena hubungannya dengan kekasih tidak mendapat restu dari orangtua.

Ia nekat hendak menjatuhkan diri ke Sungai Brantas dengan terjun dari sebuah jembatan setinggi 20 meter yang letaknya di perbatasan Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri dan Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Warga yang mengetahui hal itu langsung meminta Partini untuk tidak melakukan aksi tersebut. Namun, Partini tetap berupaya untuk bunuh diri. Karena kesulitan, akhirnya warga meminta bantuan polisi.

Setelah beberapa jam, akhirnya petugas dari Polres Kediri berhasil menghalau Partini, dan langsung mendekapnya untuk mencegah ia terjun ke dalam sungai yang saat ini dangkal karena musim kemarau.

Kepada petugas, ia mengaku depresi karena hubungannya dengan kekasih tidak mendapat restu orangtua. Oleh sebab itu, ia berniat bunuh diri. "Motif pelaku dari pembicaraan tadi, ia mengaku depresi karena hubungannya tidak mendapat restu dari orangtua," kata Aipda Siswanto, petugas dari Polres Kediri.

Korban akhirnya dilarikan ke puskesmas setempat karena sudah dalam keadaan lemah. Selain itu, korban juga sedang mengalami depresi hebat akibat kejadian yang menimpanya.

"Untuk sementara, kami masih membawa dia ke puskesmas setempat, mengingat kondisi psikologis korban lemah," kata Siswanto menambahkan.

Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas dari Nganjuk ke Kediri macet. Hal itu terjadi karena sebagian pengguna jalan ingin melihat kejadian tersebut.(kompas)

 
Powered by Blogger