Tampilkan postingan dengan label Infotainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infotainment. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2009

Wah....... Syuting di Bali, Julia Roberts Bawa Kostum Satu Truk


Julia Roberts sudah syuting di Bali sejak 15 Oktober hingga 11 November 2009 mendatang. Tim produksi film hollywood menyiapkan truk untuk mengangkut kostum bintang 'Pretty Women' itu.

Pantauan detikhot di lokasi syuting, di Ubud, Bali, tampak beberapa truk terlihat mengangkut kostum. Namun ada satu truk berukuran sedang berisikan banyak pakaian yang terparkir cukup dekat dengan lokasi syuting.

Di dalam truk itu terlihat beberapa kostum tergantung rapi. Kostum-kostum tersebut pun dibungkus dengan plastik tranparan.

Di depan truk, tampak kru asing tengah mengutak-utik salah satu kostum dengan mesin jahit. Selain mesin jahit, truk tersebut juga dilengkapi dengan mesin cuci, pengering, dan meja seterika.(detik.com)

Hmm..... Kostum Film Julia Roberts Direndam Pakai Teh


Penggarapan 'Eat, Pray, Love', film yang dibintangi Julia Roberts sangat detail. Uniknya beberapa kostum Julia dicuci terlebih dulu dengan air teh. Untuk apa?

"Dicuci pakai teh, biar kelihatan natural sama sedikit coklat, soalnya beberapa bajunya baru," ujar salah satu kru film saat ditemui tim detikhot di Campuan, Ubud, Bali, Minggu (18/10/2009).

Ia juga mengungkapkan ada sekitar puluhan kru lokal dan kru asing yang bertugas mempersiapkan kostum-kostum untuk mengurusi kostum. Khusus untuk Julia, kru asing yang lebih memegang peranan.

"Pokoknya repot deh ngurusin semuanya, figuran juga mesti diperhatiin banget," jelasnya.(detik.com)

Wah... Kru Film Julia Roberts 'Dikontrak' Tutup Mulut?


Proses syuting film 'Eat, Pray, Love' yang mengambil lokasi di sejumlah tempat di Bali sangat tertutup. Jangankan untuk mengambil gambar atau mewawancarai Julia Roberts, bisa mencapai lokasi syuting saja merupakan sebuah hal yang langka.

Saat proses syuting dilakukan di sebuah areal persawahan di desa Bentuyung, Ubud, Bali, 500 meter dari lokasi sudah dilakukan penutupan jalan. Sekitar 45 personel gabungan Polantas, Samapta dan puluhan pecalang dikerahkan untuk menjaga lokasi. Selain kru dan pihak yang berkepentingan, tak mungkin bagi orang lain untuk masuk.

Semua pihak yang terlibat produksi film 'Eat, Pray, Love' (EPL) juga sangat menutup rapat-rapat mulutnya. Mulai dari kru, artis lokal, petugas catering, bahkan supir yang bekerja untuk tim produksi film pun kompak bungkam jika dimintai keterangan mengenai film tersebut.

"Aduh maaf saya bisa ngomong apa-apa," ujar Aryani Kriegenburg saat bincang-bincang dengan detikhot lewat telepon beberapa waktu lalu.

Aryani Kriegenburg disebut-sebut sebagai aktris Indonesia yang akan tampil di film itu. Sebelumnya Aryani sukses meraih piala Citra lewat aktingnya di film garapan Garin Nugroho 'Under The Tree'.

Sementara, hal yang cukup menggelikan juga terjadi ketika mencoba menggali informasi dari petugas catering. "Bukan, saya bukan catering," ujar salah seorang petugas yang di seragamnya tertulis sebuah nama perusahaan catering.

Begitu pula saat kami secara tidak sengaja bertemu dengan supir tim produksi film 'EPL' di sebuah mini market. Saat melihat Id card sopir tersebut, kami pun menghampirinya. "Aduh, saya lupa masukin ID. Maaf mas saya nggak tahu apa-apa saya cuma supir," ucapnya sambil bergegas pergi.

Hal berbeda ditunjukan oleh pihak kepolisian, Bupati, tokoh masyarakat, dinas pariwisata. Walau tidak terlibat secara langsung dengan produksi film 'EPL' namun mereka sangat kooperatif memberikan informasi seputar perizinan dan hal-hal lain yang menyangkut kegiatan tim produksi film yang diproduseri oleh Brad Pitt tersebut.(detik.com)

Jumat, 16 Oktober 2009

Ngintip Lokasi Syuting Julia Roberts

Julia Roberts Syuting di Sawah


Film Julia Roberts ‘Eat, Pray, Love’ melakukan syuting perdana di Bentuyung, Ubud, Bali pada Kamis (15/10/2009). Sang sutradara Ryan Murphy pun memilih sawah menjadi latar belakang film tersebut.

Berdasarkan pantauan tim detikhot di Bentuyung, Ubud, Bali, Kamis (15/10/2009), kru film ‘Eat, Pray’ Love’ membangun sebuah pondok khas Bali di areal persawahan. Pondok yang menjadi obyek syuting berada hamparan sawah luas dan bertingkat-tingkat yang menambah kesan eksotis.

Lokasi syuting ‘Eat, Pray, Love’ berjarak dua kilometer dari pasar Ubud. Untuk menuju lokasi syuting, kita harus melewati jalan menanjak dan berliku. Di kanan-kiri jalan terdapat pura, sementara hiasan-hiasan bekas perayaan Galungan pun masih tampak tergantung rapi.

Syuting hari pertama film tersebut pun berakhir sekitar pukul 19.00 WITA. Puluhan kru asing dan lokal tampak bersiap meninggalkan lokasi yang dekat dengan cottege Marilyn’s



Lokasi Syuting ‘Eat, Pray, Love’ Dijaga Ketat

Syuting hari kedua dimulai sejak Jumat (16/10/2009) pagi. Pantauan detikhot pukul 05.00 WITA sejumlah kru film ‘Eat, Pray, Love’ terlihat sudah bekerja.

Pengamanan lokasi syuting di desa Bentuyung, Ubud masih dijaga ketat oleh puluhan pecalang dan petugas Polsek Gianyar.

Akses jalan menuju lokasi ditutup sepanjang sekitar 500 meter dan dijaga di kedua sisinya. Selain kru dan pihak yang berkepentingan, masyarakat dilarang melintas atau pun mengambil gambar.

Saat seorang wartawan kedapatan mengambil gambar, salah seorang kru asing langsung menghampirinya.

“Apa yang kamu lakukan? Tidak boleh mengambil gambar disini” ujarnya dengan bahasa Inggris.

Sang kru film langsung memintanya untuk meninggalkan lokasi syuting.

“Kamu tidak tidak boleh berada disini” cetusnya.

Sementara itu petugas kepolisian langsung memasang tanda ‘Jalan Jebol/Road Closed’ di depan akses masuk menuju lokasi.

Sampai pukul 10.00 WITA sejumlah petugas terlihat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi




Film Julia Roberts Kerahkan Puluhan Truk
Kamis (15/10/2009), ‘Eat, Pray, Love’ film yang dibintangi Julia Roberts melakukan syuting perdananya di Bentuyung, Ubud, Bali. Untuk keperluan film tersebut, Julia pun mengerahkan puluhan truk.

Berdasarkan pantauan tim detikhot di Bentuyung, Ubud, Bali, Kamis (15/10/2009) malam, lebih dari 50 truk berukuran sedang dan besar terlihat terparkir rapi di lokasi syuting. Truk-truk tersebut mengangkut segala macam peralatan pendukung untuk proses syuting film tersebut.

Salah satu truk tampak membawa kostum yang akan digunakan aktor-aktris pendukung film ‘Eat, Pray, Love’. Berbagai macam kostum tergantung rapi di truk tersebut.

Sementara truk lainnya mengangkut lighting dan properti yang akan digunakan. Genset berukuran besar juga terlihat di sana.

Sebelum pukul 19.00 WITA selain warga setempat, warga asing pun dilarang untuk melewati lokasi syuting. Puluhan pecalang dan polisi berjaga-jaga di dekat lokasi syuting. Mereka pun mengenakan rompi bertanda khusus.




Film ‘Eat, Pray, Love’ Didukung Kru dari Berbagai Negara

Aktris Hollywood, Julia Roberts sedang syuting film ‘Eat, Pray, Love’ di Bali. Film yang mengambil lokasi syuting di sejumlah negara itu juga didukung kru dari berbagai kewarganegaraan.

“Ada dari Inggris, Prancis, Brazil, Australia, New Zealand dan Amerika tentunya,” ujar Claire Raskind, juru bicara film ‘Eat, Pray, Love’ saat ditemui detikhot di lokasi syuting di Bentuyung, Ubud, Bali, Jumat (16/10/2009).

Claire mengungkapkan ada lebih 80 kru asing yang ikut menggarap film tersebut. Mereka merupakan kru-kru utama yang mengikuti Julia saat syuting di Italia dan India.

“Mereka terjun langsung mengangkat barang, memasang lampu, mengatur setting hingga mengurusi kostum,” ujarnya.

‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts diadaptasi dari memoar yang ditulis oleh Elizabeth Gilbert. Film yang akan rilis awal 2011 itu pun disutradarai oleh Ryan Murphy




.

250 Kru Lokal dikerahkan Untuk Film Julia Roberts

Mulai 15 Oktober lalu, aktris Julia Roberts melakukan syuting ‘Eat, Pray, Love’ di Bali. 250 kru lokal pun dikerahkan untuk proses syuting film itu.

“Kita pakai 250 kru lokal, ada yang dari Bali tapi ada juga dari Jakarta,” ujar Claire Raskind, juru bicara film ‘Eat, Pray, Love’ saat ditemui detikhot di lokasi syuting di Bentuyung, Ubud, Bali, Jumat (16/10/2009).

Claire mengungkapkan kru lokal tersebut bertugas untuk membantu kru asing untuk proses pengambilan gambar di Ubud, Bali. Sayangnya, Claire enggan untuk mengungkapkan hal teknis lainnya.







“Ini baru hari kedua, jadi semuanya masih sangat sibuk,” ujarnya.

Sudah dua hari ini, film yang disutradarai Ryan Murphy melakukan syuting di Bentuyung, Ubud, Bali. Setting yang digunakan adalah areal persawahan. Pemandangan sekitarnya pun sangat eksotis. So, bisa dipastikan unsur khas Bali akan sangat kental di ‘Eat, Pray, Love’.

Dirangkum dari detikHot.

Selasa, 13 Oktober 2009

Elma Theana Kapok Bisnis MLM


Jakarta Elma Theana kini telah menghentikan bisnis lamanya. Dulu ia mengambil konsep Multilevel Marketing (MLM) untuk menjalankan bisnisnya. Namun kini ia mengaku kapok.

"Sibuk menata kembali busana muslim dengan label sendiri. Label 'Siti Khadijah' yang lama sudah nggak ada. Kalau yang kemarin konsepnya kaya MLM, sekarang nggak deh, kapok. Banyak orang yang nyalahin saya. Bingung masalah ngurusin di bonus," ujar Elma menceritakan bisnisnya di acara Lantana Camara inti media, Perum Bumi Karang Indah, jl Bumi Asih III A7 No 18, Karang Tengah Lebak Bulus, Selasa (13/10/2009).

Kini Elma merintis kembali merintis bisnis busana muslimnya dari awal. Ia mengaku tak kapok untuk berbisnis. hanya saja kali ini ia harus mengubah strateginya.

Kini anak kandung artis Wati Siregar itu memilih cara bisnis yang konvensional. Tak takut rugi lagi?

"Tiap kerja pasti ada risikonya. Tapi kali ini risikonya diminimkan," ujar Elma.(detik.com)

Pelajar Indonesia di Jepang Ikut Tolak Miyabi


Tokyo Penolakan Miyabi tidak hanya terjadi di dalam negeri. Pelajar Indonesia yang berada di negeri asal Miyabi, Jepang pun ikut menolak kedatangan pemilik nama asli Maria Ozawa itu ke Tanah Air.

 
Seperti surat pernyataan yang diterima detikhot, Rabu (14/10/2009), Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang secara tegas menyatakan penolakan terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Mereka pun minta supaya pihak Maxima untuk menghentikan upayanya menampilkan bintang film porno itu di film 'Menculik Miyabi'.

 
Menurut mereka, Indonesia sangat membutuhkan transfer dan alih teknologi dari Jepang. Namun, bukan transfer dan alih budaya hidup yang merusak masyarakat, seperti sosok Miyabi.

 
Para pelajar itu juga mengungkapkan aktor dan aktris film porno, seperti Miyabi memiliki peran besar dalam merusak generasi muda Jepang saat ini. Para pelaku industri pornografi Jepang juga dinilai memicu remaja Jepang untuk melakukan seks bebas.

 
PPI juga menekankan kalau pendapatan dari film 'Menculik Miyabi' tidak akan sebanding dengan rusaknya moral anak bangsa. Menampilkan Miyabi di film Indonesia bukan solusi yang tepat untuk menaikan sineas Indonesia di kancah internasional.(detik.com)

 
Share

Terkait:

Jessica Iskandar Nazar Nikahi Tukang Ketoprak


Jessica Iskandar mengaku bila filmnya meraih sukses dan penontonnya mencapai 2 juta orang, artis cantik ini akan bernazar untuk keramas menggunakan saus cabai. Ternyata, Jessica juga memiliki nazar lain.

 
Tetapi, nazar yang satu ini bukan terjadi dalam kehidupan nyata Jessica Iskandar. Nazar untuk menikahi tukang ketoprak itu hanya terjadi dalam film terbaru Jessica yang berjudul 'Nazar'. Dalam film tersebut, diceritakan Jessica membeli sebuah minuman botol yang ditutupnya itu terdapat undian.

 
Hadiahnya bermacam-macam, salah satunya adalah mobil. Jessica langsung bernazar bila dirinya mendapatkan mobil, maka dia akan menikahi orang yang dianggapnya tidak penting. dan kebetulan orang yang dianggapnya tidak penting itu adalah tukang ketoprak.

 
Ternyata, Jessica yang berperan sebagai Cindy dalam film tersebut mendapatkan mobil. Maka dia harus memenuhi janjinya. Tetapi, dia tak mau memenuhi janjinya tersebut. Alhasil, Cindy selalu ketiban sial.

 
'Ceritanya seru banget. Pokoknya di film ini aku selalu sial deh," kata Jessica saat ditemui di FX Plaza, Jakarta SElatan, Selasa 13 Oktober 2009.

 
Jessica sangat antusias dengan filmnya tersebut. Selain Jessica film ini didukung oleh Ben Joshua dan Itonk 'ClubEighties' yang berperan sebagai tukang ketoprak. Jessica berharap film yang dibintanginya tersebut sukses dipasaran.

 
• VIVAnews

 
Share

Terkait

FPI Yakin Miyabi Batal ke Indonesia


Front Pembela Islam yakin Miyabi batal datang ke Indonesia. Para laskar FPI terus bergerilya menolak hadirnya bintang porno asal Jepang itu.

 
“Sejauh informasi terus kami kumpulkan, Miyabi batal datang. Produser film sudah bilang takut dengan ancaman kami,” kata salah satu pejabat FPI, yang didaulat menjadi koordinator aksi menentang Miyabi, Habib Salim Alatas, kepada VIVAnews, Selasa, 13 Oktober 2009.

 
FPI menentang keras kedatangan Miyabi ke Indonesia. Mereka menuntut Maxima Picture membatalkan kedatangan bintang porno asal Jepang itu ke Indonesia.

 
Tuntutan itu disampaikan melalui aksi demo yang diikuti sekitar 200 laskar FPI di kantor Maxima Picture, Kompleks Hotel Ibis, Mangga Dua, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.30 pada Jumat, 9 Oktober lalu. Maxima Picture merupakan rumah produksi yang berencana mendatangkan Miyabi ke Indonesia.

 
Jika tuntutan tak dipenuhi, FPI mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk melakukan penentangan. “Kami pastikan, kalau Miyabi datang, kami akan buat aksi yang lebih, jauh lebih besar dan keras,” ujarnya.

 
FPI menentang rencana pembuatan film ‘Menculik Miyabi’. Mereka menolak bintang film porno asal Jepang itu membintangi film anak bangsa dan berkeliaran di Indonesia. “Kami akan menolak dengan tegas dan keras, jangan main-main dengan tuntutan kami,” ujarnya.

 
Film ‘Menculik Miyabi’ bercerita tentang tiga mahasiswa yang terobsesi dengan Miyabi. Ketiga mahasiswa itu kemudian berniat menculik bintang porno asal Jepang tersebut, ketika mereka tahu artis tersebut tengah berada di Jakarta.

 
Miyabi dijadwalkan datang ke Indonesia besok, 14 Oktober 2009. Syuting film ‘Menculik Miyabi’ sedianya dilaksanakan di Indonesia dan di kampung halaman Miyabi di Jepang. Rencananya film ini akan ditayangkan pada 31 Desember mendatang.

 
• VIVAnews

Terkait

Batal ke Indonesia, Film Miyabi Laris Manis


Kontroversi Kedatangan Miyabi, Batal ke Indonesia, Film Miyabi Laris Manis. Sebelumnya saya jual Rp10-20 ribu, sekarang saya naikan Rp40-50 ribu.


Miyabi direncanakan akan datang ke Indonesia pada 14 Oktober besok. Namun, kedatangan artis pemilik nama Maria Ozawa itu dibatalkan oleh rumah produksi yang akan menjadikan Miyabi sebagai bintang dalam film yang sedang diproduksinya.

“Miyabi nggak jadi datang. Karena situasinya nggak mungkin jadi kedatangan Miyabi kita atur ulang lagi jadwalnya. Saya takut dengan demo-demo yang ramai sekarang ini,” kata Ody Mulya Hidayat, Produser Maxima Picture saat dihubungi VIVAnews, Selasa 13 Oktober 2009.



Ody mengaku saat ini pihaknya sedang mencari solusi baru agar Miyabi tetap bisa mendukung film ‘Menculik Miyabi’ yang akan diproduksi oleh Maxima Picture.

“Kontroversinya sangat kuat dan kita tak mau kalau dipaksakan malah akan mengganggu jadi kita akan santai dulu sambil memikirkan rencana selanjutnya,” tambahnya.

Meski batal ke Indonesia, sejumlah pedagang film di Glodok, Jakarta kebanjiran pembeli. Bahkan tidak tanggung-tanggung mereka menaikan harga Rp 40-50 ribu per kepingnya.

Salah seorang pedagang mengaku mendapat keuntungan lebih dengan adanya rencana Miyabi datang ke Indonesia. “Sebelumnya saya jual Rp10-20 ribu, sekarang saya naikan Rp40-50 ribu, tergantung durasinya dan itu tetap ada yang mencari,” kata seorang pedagang saat ditemui VIVAnews.

Selain itu walaupun batal, ke Indonesia bukan berarti Miyabi tak jadi mendukung film yang akan disutradarai oleh Rako Prijanto tersebut. Ody tetap akan menggunakan Miyabi di film tersebut. “Film akan tetap menggunakan Miyabi. Itu tidak berubah,” ucapnya.

Skenario film ‘Menculik Miyabi’ pada awalnya akan ditulis oleh Raditya Dika. Tetapi, di tengah jalan, penulis skenarionya diganti dengan Raditya Mangunsong.
Tak hanya itu, Raditya Dika yang seharusnya menjadi pemeran utama dalam film tersebut mengundurkan diri karena dia tak mau satu film dengan artis porno asal Jepang tersebut.
Rencananya film ‘Menculik Miyabi akan dirilis pada 31 Desember mendatang. Ody mengaku dengan banyaknya pro dan kontra soal kedatangan Miyabi sedikit mengganggu produksi film tersebut.
“Pastinya ya mengganggu. Produksi jadi terlambat. Tetapi, mau diapakan lagi,” pungkasnya pasrah.

• VIVAnews

Bookmark and Share




Terkait:

Minggu, 11 Oktober 2009

Icon Tersohor Di Abad Ini


Siapa yang tak kenal nama 4 pesohor berikut, Paris Hilton, Sarah Jessica Parker, Jennifer Lopez dan Jennifer Aniston. Mereka adalah selebriti yang dianggap dapat mewakili ikon menurut ‘bidang’nya masing-masing.

Party Icon (Paris Hilton)
Paris Hilton adalah orang yang tepat untuk mewakili ikon ini. Sampai-sampai dalam sebuah situs gosip, Paris dinyatakan sebagai Miss Party of the Year. Sudah menjadi pemandangan biasa bagi para Paparazzi saat melihat Paris berdugem di beberapa klub ternama seperti di Los Angeles, Beverly Hills atau California. Bahkan saat putus cinta, berdugem semalam suntuk dengan Nicky Hilton, sang adik, menjadi pilihannya untuk mengusir kesedihan.

Fashion Icon (Sarah Jessica Parker)

Carrie Bradshow, seorang penulis ternama dalam serial “Sex & The City”, berhasil menjadi inspirasi banyak wanita karena pribadinya yang supel, baik hati dan perhatian terhadap 3 sahabatnya. Selain itu, Carrie juga dikenal sukses dalam berkarir sebagai penulis novel. Peran Carrie dinilai beberapa kalangan sangat cocok diperankan Sarah Jessica Parker (SJP). Bahkan, banyak yang hingga kini menganggap kehidupan Carrie Bradshow sama dengan Sarah Jessica Parker. Sejak memerankan tokoh Carrie yang sukses dan selalu tampil modis dengan fashion terbaru, SJP dinobatkan beberapa media sebagai salah satu fashion icon abad ini. Ia sendiri sebenarnya kurang nyaman dengan sebutan itu. Namun dalam situs The Insider, Sarah mengaku salut pada Patricia Field, perancang kostum yang dipakai Sarah selama syuting di film “Sex & The City”.

Perfume Icon (Jennifer Lopez)
Jennifer Lopez layak menyandang ikon ini. Beberapa parfum yang diluncurkannya seperti Glow, Still, Live dan Glow After Dark, sukses menjadi trendsetter dikalangan artis-artis lain yang mengikuti jejaknya membuat parfum pribadi. Selain piawai menyanyi, J.Lo juga membuka bisnis sebuah clothing line.

Hair Trend Icon (Jennifer Aniston)
Siapa yang bisa melupakan gaya rambut Jennifer Aniston dalam serial “Friends”. Rambut lurus model shaggy acak disamping, sempat sangat digandrungi di masa itu. Tak heran jika gaya rambut Jen menjadi icon di beberapa hair fashion dan para hairdresser dunia.

Sumber

Wuih.. Rp 7 Miliar untuk Sarung Tangan Jacko


Sarung tangan Raja Pop Dunia Michael Jackson yang pernah dipakai saat menikahi Debbie Rowe pada 1996, sudah laku terjual Rp 490 juta. Kini, sarung tangan Jacko lainnya yang pernah dipakai pada Victory Tour tahun 1984, sukses dengan harga jual lebih mahal.

Seperti dilansir laman Associated Press (AP), Minggu, 11 Oktober 2009, sarung tangan Jacko yang pernah dipakai pada Victory Tour itu laku terjual dengan harga USD 70,800 atau sekitar Rp 7 miliar lebih.

Penjualan itu berlangsung di balai Lelang Los Angeles. Sarung tangan Jacko itu adalah salah satu barang-barang selebritis Hollywood yang laku terjual.



Ada pula gitar Martin D28 milik Elvis Presley yang pernah digunakan dalam konser terakhir di Las Vegas. Gitar penuh historis ini bahkan laku lebih mahal yakni USD 106,200 atau sekitar Rp 10 miliar lebih.

Barang lain yang juga terjual adalah cambuk Harrison Ford dalam film Indiana Jones and The Last Crusade. Cambuk Indiana Jones ini berhasil dilepas dengan harga USD56,050 atau sekitar Rp 5,6 miliar lebih.

Selain itu ada pula model binatang purba Velociraptor dengan ukuran sebenarnya dalam film Jurrasic Park, yang terjual dengan harga USD76,700 atau sekitar Rp 7,6 miliar.

VIVAnews

Sabtu, 10 Oktober 2009

FPI: Kalau Miyabi Berjilbab, Baru Kita Terima


Front Pembela Islam benar-benar melancarkan aksinya. Selepas sholat Jumat (09/10), mereka menggelar demo menentang kedatangan Maria Ozawa di depan kantor Maxima, bilangan Sawah Besar, Jakbar.

 
Enam orang perwakilan FPI ditunjuk untuk bertemu dengan wakil Maxima untuk melakukan dialog. Sementara itu, 500 anggota FPI berdemo sambil membawa spanduk bertuliskan ‘Tolak Miyabi ke Indonesia, si Penghancur Moral Bangsa’ dan ‘Jangan Jadikan Negeri Ini Sebagai Negara Terporno di Dunia’ di depan kantor tersebut.

 
Demo yang menarik perhatian masyarakat itu sendiri telah diamankan oleh sekitar 150 personel Polsek Sawah Besar dan puluhan Polres Jakbar.

 
Setelah sekitar 30 menit berada di dalam kantor Maxima untuk berdialog, perwakilan FPI keluar untuk menjawab pertanyaan wartawan.

 
“Sampai saat ini, pihak Maxima belum bisa memutuskan mengenai kedatangan Miyabi. Katanya mereka masih ingin mengkaji terlebih dahulu. Tapi buat kita, apa pun alasannya, kita akan tetap menolak kedatangan Miyabi,” terang Habib Fachri, perwakilan dari FPI.

 
Habib menuturkan jika Maxima mengulur waktu dengan alasan ingin menjadikan Miyabi sebagai sosok yang benar. Namun FPI menyangsikan Miyabi bisa bertobat dengan situasi seperti ini.

 
“Yang kita ketahui Miyabi itu di negaranya sudah menjadi ikon sebagai bintang film porno. Kalau memang ia ingin bertobat, ya mungkin dari sana dulu, mungkin dia masuk Islam, atau dia sudah menggunakan jilbab, baru kita bisa terima,” lanjutnya.(kapanlagi.com)



Solo cyber city

Terkait:

10 Ratu Gemuk Menangi Kontes 'Bye Bye Big'


Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan dalam acara 'Bye Bye Big'


Sebanyak 10 perempuan dengan berat badan berlebih alias gemuk memenangi audisi reality show penurunan berat badan 'Bye Bye Big'. Mereka mengalahkan lebih dari 500 peserta audisi yang memadati Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Pemilihan 10 ratu gemuk itu sekaligus menjadi ajang pengukuhan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk Pengukuran Lemak Tubuh dengan Peserta Terbanyak.

Sebanyak 10 ratu gemuk yang terpilih akan dikarantina untuk mengikuti reality show 'Bye Bye Big'. Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan melalui pengaturan makan, olah raga, dan perubahan perilaku. Perlombaan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli, pelatih olah raga profesional, dan ahli gizi.


'Bye Bye Big' diadopsi dari program Penurunan Berat Badan (Weight Management Program-WMP) yang dimiliki dan dikembangkan oleh PT Roche Indonesia sejak tahun 2000. Program itu bertujuan membantu masyarakat yang memiliki masalah obesitas untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat.

Seperti tayangan reality show kebanyakan, 'Bye Bye Big' akan menonjolkan sisi drama dari perjuangan dan usaha para peserta dalam menurunkan berat badan. Akan banyak luapan emosi seperti, putus asa, marah, lelah, rasa rindu dengan keluarga, konflik dengan sesama peserta, konflik dengan mentor, hingga kegembiraan atas keberhasilan menurunkan berat badan.

Reality show pertama yang merupakan inisiatif PT Roche Indonesia itu juga didukung PT Gold's Gym Indonesia. Acara yang akan ditayangkan di sebuah stasiun televisi ini akan digarap rumah produksi VMT. Dengan durasi 30 menit, 'Bye Bye Big' akan dipandu aktris Cathy Sharon dan sang executive producer yaitu Jeremy Thomas.

• VIVAnews

Maria Ozawa-AV Idol, Bisnis Pornografi di Tengah Budaya Ketimuran


AV Idol (Adult Video Idol) adalah sebutan buat para aktris atau model yang bekerja di bidang pornografi di Jepang. Sebutan ini mulai muncul di awal tahun 80-an dan kian hari kian berkembang dengan pesat. Bahkan saat ini ada lebih dari 25 studio yang mengkhususkan dalam produksi video porno. Itu belum termasuk industri media cetak yang juga tak kalah pesatnya. Ini menunjukkan bahwa industri ini bukanlah industri main-main atau industri underground. Mereka punya bisnis yang dikelola dengan baik secara profesional layaknya industri lain.

Pornografi Jepang juga punya karakteristik unik bila dibandingkan dengan pornografi barat pada umumnya. Misalnya saja,
di Jepang, topik yang sering kali jadi ide dasar adalah hubungan seks dengan gadis-gadis yang masih menggunakan seragam sekolah. Dunia barat menganggap pornografi Jepang berpusat pada kekerasan dan hubungan seksual dengan anak di bawah umur, sesuatu yang di barat dianggap 'asing'.



Pornografi Jepang juga punya banyak wujud selain dalam bentuk video dan gambar. Industri komik porno atau computer games yang sarat dengan muatan pornografi juga cukup laris di negeri matahari terbit ini namun tentu saja industri ini tak sebesar industri video porno yang telah melahirkan banyak bintang, seperti Maria Ozawa misalnya. Cewek yang baru berusia 23 tahun ini sudah menekuni bisnis ini selama hampir empat tahun.

Sejak tahun 80-an ada banyak nama yang identik dengan label AV Idols ini. Misalnya saja Kate Asabuki, Hitomi Kobayashi atau Nao Saejima yang populer di tahun 80-an sementara nama-nama seperti Akira Fubuki, Ai Iijima, atau Aika Miura baru muncul di era 90-an. Di tahun 2000-an ini nama yang paling populer bisa jadi memang adalah Maria Ozawa atau yang juga dikenal dengan nama Miyabi ini.

Ratusan AV Idol yang pernah ada hingga saat ini rata-rata memiliki masa aktif sekitar satu tahun saja. Selama satu tahun itu rata-rata mereka menghasilkan sekitar lima sampai sepuluh video. Beberapa Idol memang sempat melegenda dan memiliki karir lebih dari satu tahun. Kaoru Kuroki bahkan sempat dianggap sebagai aktris porno yang berhasil mengangkat status AV Idol menjadi orang yang terhormat juga di mata masyarakat. Ia memilih menjadi AV Idol meski sebenarnya ia juga punya karir yang bagus di televisi.

Yang jelas, bisnis ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Konon, bisnis ini bernilai sekitar Rp 46 triliun per tahunnya. Tahun 1992 saja bisnis ini bisa menghasilkan 11 film dalam satu harinya dan menguasai sekitar 30% rental video di sana. Dua tahun berikutnya, data mencatat bahwa dalam satu tahun Jepang bisa memproduksi 14 ribu video porno sementara di Amerika Serikat dalam waktu yang sama hanya mampu memproduksi sekitar 2.500 video saja. (kapanlagi.com)

Jumat, 09 Oktober 2009

Usai Salat Jumat, Miyabi Didemo FPI



Front Pembela Islam (FPI) berencana melakukan aksi unjuk rasa ke kantor rumah poduksi yang membuat film 'Menculik Miyabi'. Data TMC Polda Metro Jaya menyebutkan akan ada sekitar 200-an anggota FPI yang terlibat dalam aksi itu.

"Itu sekitar pukul 13.30 WIB, ke kantor Maxima Pictures," kata petugas TMC Polda Metro, Aiptu Kasno melalui telepon, Jumat (9/10/2009).

FPI akan mendatangi kantor di kawasan Hotel Ibis, Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, dengan dipimpin Habib Fahri.

"Petugas di wilayah yang akan melakukan pengamanan," terang Kasno.

Diserbu FPI, Rumah Produksi Film Miyabi Dijaga Preman


Front Pembela Indonesia (FPI) menurut rencana akan menyerbu kantor rumah produksi Maxima Pictures yang membuat film 'Menculik Miyabi'. Jelang penyerbuan, kantor Maxima dijaga sejumlah preman.


Pantauan detikhot pada pukul 13.50 WIB di kantor Maxima Pictures yang terletak di Ruko 73 Jl Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Pusat, terlihat sekitar 10 orang pemuda berbadan tegap.

"Jaga-jaga aja Mas," ujar salah seorang pemuda kepada detikhot, Jumat (9/10/2009).

Tak hanya preman, sekitar 70 personel Samapta Polres Jakarta Pusat juga telah tiba di kawasan tersebut. Mereka menumpang 2 bus polisi dengan perlengkapan anti huru-hara.
(detik)

VJ Ben-Marshanda Nikah Tunggu Yakin


Jakarta Meskipun hubungan VJ Ben dan Marshanda makin mantap, namun keduanya tak mau buru-buru menikah. Mereka mengaku masih menunggu yakin.

"Kalau sudah selesai kuliah dan sudah sama-sama yakin baru kita melanjutkan menikah," ujar Ben ditemui di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2009) dini hari.

Saat ini baik Ben maupun Chaca (sapaan akrab Marshanda .red) memang masih sibuk kuliah. Belum lagi, Chaca belakangan mengalami masalah sehingga masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

"Penyakitnya udah agak mendingan. Aku selalu nemenin dia karena aku memang sayang dia," tutur Ben mantap.
(Detik)

Demi Tolak Miyabi, FPI Siap Mati


Massa Front Pembela Islam (FPI) telah sampai di rumah produksi Maxima Pictures, yang rencananya akan mendatangkan Miyabi ke Indonesia. FPI bersumpah siap mati demi tolak Miyabi.

"Allahu Akbar! Kami siap mati untuk siapapun yang mem-backingi siapapun yang mendatangi Miyabi. Negara ini sudah hancur, banyak azab. Jangan tambah azab lagi!" demikian teriakkan massa FPI yang berbondong-bondong mendatangi kantor Maxima, Jl. Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2009).

Sekitar 150 orang pria berbaju putih dan bersorban membawa spanduk berisi protes mereka akan rencana kedatangan bintang porno Jepang

"Tolak Miyabi ke Indonesia, Si Penghancur Moral Bangsa," demikian tulisan yang ada di spanduk massa FPI.

Hingga kini massa masih sibuk berorasi. Sesekali mereka berteriak takbir. Massa FPI juga memblokade jalan menuju kantor Maxima. (detik)

Enno Lerian Nggak Punya Waktu Cari Suami


Jakarta Mantan penyanyi cilik Enno Lerian sepertinya masih nyaman dengan status janda yang disandangnya. Enno mengaku tak punya waktu mencari suami.

"Lupa harus nyari di mana ya? Bukan lupa emang nggak ada waktu juga," ujar Enno ditemui dalam acara syukuran sinetron 'Terlanjur Cinta', Jl. Sepat No 77, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2009) malam.

Belakangan ini Enno memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk syuting. Ia bahkan tak punya waktu untuk bermain sama sekali.

Rabu, 7 Oktober lalu Enno baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-26 tahun. Tak punya kekasih, Enno pun merayakannya bersama sahabat-sahabat dekat. Benarkah Enno masih sendiri?

"Alhamdulillah aku masih sendiri," jelasnya.

Sumber: detik

Kamis, 08 Oktober 2009

Lepas dari Kelantan, Manohara Bangun 17 Masjid


Pemain sinetron Manohara Odelia Pinot berniat membangun 17 buah masjid di Indonesia pada usianya yang ke-17 tahun. Hingga kini sudah ada beberapa masjid yang terbangun.

Hal tersebut dilakukan sebagai rasa bersyukur karena telah diberi kesempatan hidup kembali di usianya yang ke-17 tahun.

"Karena selama di sana (Kelantan), Mano menganggap dia tidak akan memiliki kehidupan lagi. Makanya, dia bersyukur bisa lepas dari sana dan diberi kehidupan," kata ibunda Manohara, Daisy Fajarina saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Rabu (7/10/2009).

Diketahui selama berada di Kelantan, Manohara mengaku mengalami penyiksaan dari suaminya, Pangeran Kelantan Teuku Muhammad Fakhry. Selama di sana dia juga tidak pernah mengalami kebebasan.

Dalam membangun masjid, Manohara membeli tanah-tanah yang ada di sejumlah daerah, kemudian diwakafkan kepada masyarakat setempat untuk dibangun masjid. Sejauh ini sudah ada satu di daerah Jawa Timur.

Namun, Daisy mengaku lupa tepatnya berada di mana tanah yang telah diwakafkan oleh Manohara tersebut. (okezone)

 
Powered by Blogger