Sabtu, 05 September 2009

Variasi Goyangan Pinggul


Daerah pinggul berperan besar dalam setiap aktivitas percintaan. Berbagai variasi gerakan tercipta di daerah tersebut, karena letaknya memang dekat dengan daerah paling sensitif. Berikut ini beberapa tips untuk memaksimalkan gerakan pinggul.

Jika umumnya saat penetrasi gerakan pinggul adalah maju-mundur, sekali waktu berikan gerakan memutar. Ini mengubah gerakan Mr P dari keluar-masuk menjadi bergoyang-goyang seperti mur ketemu dengan baut. Kalau beruntung, gerakan ini akan memberi stimulasi hingga 90% lebih nikmat pada suatu spot tersembunyi di sekitar klitoris.

Pubococcygeus muscle atau disebut PC muscle adalah otot yang berperan saat kita mengejan maupun menahan buang air kecil. Gunakan otot ini untuk menambah sensasi dalam penetrasi. Caranya, relaksasikan otot PC saat Mr P bergerak masuk. Sebaliknya, mengejanlah ketika menggerakkan Mr P keluar dari Ms V.

Sesekali berikan tusukan dangkal, mengingat daerah sensitif Ms V lebih banyak terdapat di sepertiga bagian luar. Tusukkan Mr P hingga sedalam kepalanya saja, dengan menggunakan rule of 10. Maksudnya, awali dengan 9 tusukan dangkal lalu beri 1 tusukan dalam. Lanjutkan dengan 8 tusukan dangkal, diikuti 2 tusukan dalam. Begitu seterusnya, meningkat hingga 1 tusukan dangkal sebelum 9 tusukan dalam.

Variasi berikutnya adalah posisi Coital Alignment Technique (CAT), yang merupakan pengembangan dari posisi klasik misionari. Bedanya, kedua pihak saling memberi tekanan selama penetrasi. Wanita tak hanya membuka lebar kakinya dan membiarkan pangkal pahanya dimasuki, melainkan mengaitkan kakinya di pinggul si pria sambil memberikan tekanan balik seirama gerakan. (kilasberita.com/asd/dtc)

Sumber

Sumber Berita




 


TV

HARIAN

 
MAJALAH

 
  • infokomputer
  • chip
  • popular-maj
  • trubus-online
  • swa.co.id
  • angkasa-online
  • selular
  • majalahtrust
  • poultryindonesia
  • mobilmotor.co.id
TABLOID

 
  • kontan
  • kontan-epaper
  • tabloidpcplus
  • sinyal
  • tabloid-ponsel.com
  • tabloidnova.com
  • bolanews.com
  • bintang-indonesia.com
  • tabloidrumah.com
  • otomotifnet.com
  • motorplus-online.com
LAIN-LAIN

 
  • ilmukomputer
  • obengware.com
  • ketok.com
  • solvingcorner.com
  • kapanlagi
  • voanews
  • bbc
====

 
  • Bali Post
  • Jakarta Post
  • Banjarmasin Post
  • Bernas
  • Harian Analisa
  • suarapembaruan
  • Sinar Indonesia
  • Sinar Harapan
  • Pikiran Rakyat
  • Samarinda Pos
  • Kaltim Post
  • Cenderawasih Pos
  • Badan Narkotika
  • Sriwijaya Post
  • Pos Kupang
  • Waspada
  • Serambi
  • Koran Tempo
  • Gatra
  • Bangka Pos
  • Batam Pos
  • Harian Fajar
  • Aceh Kita
  • Kominfo News Room
  • Jakarta News
  • Liputan6
  • Hukum Online
  • Antara
  • Pontianak Post
  • Riau Pos
  • Jurnalnet
  • Batam Today
  • Rileks
  • Berita Jakarta
  • RRI Online
  • Radio Netherland
  • Radio Jerman
  • Voice of America
  • Radio Australia
  • Radio Elshinta
  • BBC
  • Kilasan
  • Harian Global
  • Presiden RI
  • Tabloid Nova
  • Melayu Online
  • Media Konsumen
  • Inilah
  • Otowork
  • Kilas Berita

Bulgaria Kagumi Kekayaan Budaya Indonesia

LONDON, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Bulgaria, Vezhdi Rashidov mengagumi kekayaan budaya Indonesia dan sepakat mengenai arti penting kerja sama kebudayaan guna lebih mendekatkan rakyat Indonesia dan Bulgaria.

Hal itu diungkapkan Vezhdi Rashidov pada saat bertemu Dubes RI untuk Republik Bulgaria, Immanuel Robert Inkiriwang, di Sofia, ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI Sofia Aditya Timoranto kepada koresponden ANTARA London, Minggu (6/9).



Menbud Rashidov berkeinginan untuk berkunjung ke Indonesia guna memenuhi undangan Menbudpar RI yang disampaikan pada masa jabatan pendahulunya, Prof. Stefan Danailov.

Ia juga setujui untuk mengikutsertakan mahasiswa arkeologi Indonesia dalam penggalian purbakala yang saat ini dilakukan di beberapa kota di Bulgaria serta mendukung prakarsa Dubes RI untuk menjalin kerja sama antara museum di Indonesia dan di Bulgaria.

Rashidov diangkat sebagai Menbud dalam kabinet baru pimpinan PM Boyko Borissov Juli lalu. Vezhdi Rashidov dikenal sebagai seniman pemahat ulung Bulgaria yang telah menerima penghargaan negara tertinggi Stara Planina dari Presiden Bulgaria, Georgi Purvanov, dan berbagai penghargaan internasional.

Karya-karyanya dipamerkan di semua gallery utama di Bulgaria dan museum di manca negara seperti di Pushkin Museum di Moskow, National Gallery di Warsawa, Korita Museum Tokyo, National Gallery Ankara, Ecly Foundation Paris.

Sementara itu Dubes RI Immanuel Robert Inkiriwang menjelaskan nilai perdagangan bilateral RI-Bulgaria di tahun 2008 melonjak hingga 78,66 persen dengan nilai 87,76 juta dolar AS dibandingkan tahun 2007 meningkat sebesar 25,5 persen dengan nilai 49,12 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.

Dikatakannya perkembangan ini, antara lain, karena rakyat Bulgaria termasuk masyarakat pebisnisnya semakin mengenal Indonesia melalui program promosi kebudayaan Indonesia yang dilakukan di Sofia dan di berbagai kota di Bulgaria. Keduanya juga sepakat untuk meneruskan kerja sama antara Kementerian Budaya Bulgaria dan KBRI Sofia.

Kindle, Revolusi untuk Pecinta Buku

Seperti iPod dan gadget Mp3 lain, yang meringkas ribuan lagu, ratusan CD dalam satu kotak yang masuk ke kantong, demikian Kindle dan Sony, yang kini memasarkan e-reader book.

Bayangkan, sebuah lembaran yang mirip papan nilai untuk guru olahraga di zaman dulu, bisa menampung 1.500 judul buku!


Tak heran bila para pecinta buku segera menyambut hangat gadget digital yang baru ini. “Sekarang tak perlu lagi mengantungi 7-8 novel atau buku di tas dan menjadi masalah di pesawat dan memberati tas punggung ketika melakukan perjalanan lama dan jauh. Cukup Kindle ini, dan semua ada di sana, “ kata Tony Morison, penulis peraih Pulitzer.



Kindle ukurannya sekira kertas kwarto, tepatnya memiliki diagonal 6 Inci, tebalnya kurang dari 1 Cm, lebih tipis dari majalah, berat 1 ons, lebih ringan dari novel paperback. Di dalamnya ada 3G wireless yang bisa mendownload buku dari toko, khususnya amazon.com, kapan saja. 24 jam nonstop. Di mana pun, bahkan di tempat yang tak ada hotspot Wi-Fi nya.

Kemampuan downloadnya dasyat: kurang dari 1 menit untuk satu judul buku. Langsung, tanpa PC. Ada tersedia 230 ribu judul buku yang siap di-download dari Amazon.com. Bagi yang suka buku terbitan baru, yang masih ragu-ragu akan isinya, bisa ekstra gratis satu bab.

Untuk pembaca Indonesia, dengan software PDF di dalamnya maka dokumen buku dan file PDF yang didowonload bisa dibaca di mana saja. Daya tampungnya 1,4 giga. Luar biasa luas untuk dokumen teks dan gambar hitam putih.

Selain buku, akses gartis ke 1.000 blog, sejumlah koran dan majalah bisa di-download. Tapi untuk media musti bayar langganan. Untuk sementara hanya terbitan AS, yakni Time, Newsweek, Wallstreet Journal, New York Times.

Membaca Kindle seperti membaca lembaran kertas di atas papan putih. Tanpa bayangan. Besaran huruf bisa dipilih dan di-sett, demikian juga gelap terangnya, touchscreen. Pembaca bisa menandai, mencorat-coret dan melakukan rujukan ke map dan kamus - yang sudah ada di dalamnya – jika ada kata-kata tak mengerti atau lokasi yang tak dikenal. Barang tentu, sementara ini kamus sesama bahasa Inggris.

Bagi yang terbiasa membaca dengan iringan musik ada mp-3 di dalamnya. Jika capek membaca, dan ingin diganti mendengar, maka buku yang sedang dibaca ganti format dan pasang earphone. Ada yang “membacakan” dan menyuarakannya untuk Anda.

Di pasaran kini sudah tersedia dua type, yakni Kindle dengan ukuran kecil, layar diagonal 6″ (8″ x 5.3″ x 0.36″) untuk 1,500 judul buku ($299 – Rp2.900.000) dan Kindle DX: layar diagonal 9.7″ (10.4″ x 7.2″ x 0.38″, yang mampu menampung 3,500 judul buku ($489 – Rp4.890.000) – (poskota.co.id)

Malaysia Tenggelam dalam Krisis Identitas


Direktur Jenderal (Dirjen) Asean Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia, Djauhari Oratmangun, menegaskan, Malaysia saat ini sedang mengalami krisis identitas. "Malaysia sedang mengalami krisis identitas dan sedang dalam proses mencari jati diri," kata Dirjen Oratmangun, saat dikonfirmasi menyangkut klaim Malaysia terhadap kebudayaan Indonesia, di Ambon, Sabtu (5/9).



Oratmangun yang berada di Ambon sejak Rabu (3/9) dalam rangka melakukan serangkaian pertemuan dengan Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, mengatakan 50 persen penduduk di Malaysia adalah keturunan Melayu dan sisanya dari China dan India. Ia menegaskan, orang Melayu saat ini sedang mencari identitas dirinya.
"Suka atau tidak suka, 50 persen orang Malaysia adalah keturunan Indonesia dan mereka membawa budaya itu ke sana," kata Oratmangun.
Begitu pun tari reog Ponorogo yang pernah menjadi masalah di Malaysia, sebenarnya juga diperkenalkan dan ditarikan oleh orang Ponorogo yang sudah bermukim di sana selama tiga generasi. Khusus tari pendet dari Bali yang diklaim sebagai kebudayaan Malaysia, Djauhari menerangkan, iklan tersebut diproduksi untuk promosi wisata negara itu, tetapi saat diproduksi tidak ada tari pendet.

Namun, Discovery Chanel yang menayangkan iklan tersebut kemudian menambahkan tari itu dalam iklannya.
"Kesalahannya adalah Discovery tidak menyebutkan bahwa tari pendet berasal dari Indonesia," kata Oratmangun.
Ia menegaskan Pemerintah Indonesia sudah mengirim surat protes yang diakui sebagai produk hukum internasional kepada Pemerintah Malaysia dan telah diterima.

"Mereka telah menerima klaim kalau itu (tari pendet) adalah milik kita. Penyelesaian secara diplomasi telah kita lakukan dan itu sudah cukup, apalagi Presiden Susilo Bambang Yudyohono juga telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malaysia," ujarnya.
Lagi pula, kata Djauhari, Malaysia tidak pernah mengklaim secara resmi bahwa tari pendet adalah milik Malaysia, dan itu hanya klaim di internet. Djauhari Oratmangun meminta seluruh masyarakat Indonesia menilai persoalan ini secara positif bahwa produk budaya Indonesia ternyata sangat laku dijual.

"Ini membuktikan budaya kita sangat kuat dan terkenal di dunia internasional. Kelemahan orang Indonesia adalah jarang memelihara budayanya dan baru akan protes jika pihak luar mengklaim suatu produk budaya kita sebagai budaya mereka," katanya

Dia juga menyesalkan sikap media di Indonesia yang ramai memberitakan aksi protes terhadap budaya Indonesia yang diklaim negara tetangga, termasuk mempengaruhi masyarakat untuk melakukan ganyang terhadap negara tetangga itu.
Dia meminta media di tanah air lebih arif dan bijaksana memberikan masalah ini, mengingat presentase berita seni dan budaya di Indonesia di media nasional sangat jarang dimuat atau diulas secara luas. "Program acara atau berita untuk reservasi budaya kita sangat kurang di media nasional. Tetapi kalau budaya asing banyak," katanya. (internasional.kompas.com & vivanews.com)

 
Powered by Blogger